Rabu, 19 Desember 2012

Psikiater: Autisme & Asperger Tak Ada Hubungannya dengan Kekerasan

Jakarta, Penembakan yang terjadi di SD Sandy Hook, Connecticut dilakukan oleh seorang pengidap Asperger, yang dikenal sebagai salah satu bentuk autisme. Apakah benar si pelaku senekat itu gara-gara autis? Ahli kesehatan jiwa mengatakan, tidak.

"Tidak ada bukti adanya keterkaitan antara autisme maupun Asperger dengan kekerasan," kata Geraldine Dawson, profesor psikiatri dari University of North Carolina di Chapel Hill yang juga aktivis Autism Speaks, seperti dikutip dari Healthday, Senin (17/12/2012).

Otoritas penegak hukum seperti diberitakan Associated Press memang menyatakan bahwa Adam Lanza (20 tahun), pelaku penembakan yang menewaskan puluhan murid dan guru di SD Sandy Hook mengidap sindrom Asperger. Gangguan ini termasuk dalam kategori yang lebih luas yakni gangguan spektrum autisme.

Dua ciri utama pada gangguan spektrum autisme adalah kesulitan dalam melakukan interaksi sosial dan tendensi atau kecenderungan untuk melakukan perilaku repetitif atau diulang-ulang. Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), tidak ada satupun ciri yang menyatakan adanya kecenderungan untuk melakukan kekerasan.

Salah satu penelitian memang pernah mengungkap bahwa kecenderungan untuk melakukan kekerasan pada pengidap autisme dan Asperger bisa lebih tinggi 20-30 persen dibanding populasi umum. Namun diyakini, jenis kekerasan yang dimaksud berbeda dengan yang ditemukan pada kasus penembakan di AS.

"Sangat manusiawi jika Anda tidak bisa menjelaskan perasaan, maka Anda akan bertingkah seperti orang frustrasi, marah dan agresif. Tapi ini tidak berarti merencanakan dan melakukan tidak kriminal seperti yang kita lihat di sini (kasus penembakan)," kata Eric Butter dari bagian psikologi anak Ohio State University.

Perilaku agresif pada pengidap autisme ataupun Asperger umumnya lebih bersifat reaktif dan impulsif (tiba-tiba), misalnya mudah marah, mendorong atau berteriak-teriak. Sekalinya marah, umumnya butuh waktu lebih lama untuk meredakannya kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar